Inilah 6 Alasan Blackberry Mulai Ditinggalkan Developer dan Pebisnis

Peminat Blackberry Mulai BerkurangBlackberry mulai ditinggalkan, baik oleh developer maupun pebisnis. Hal ini karena para developer lebih tertarik dengan platform iOS dari Apple.

Dari hasil survey percaturwulan yang digelar oleh Appcelerator dan lembaga riset IDC diketahui bahwa hampir sembilan dari sepuluh developer yang disurvey mengatakan mereka sangat tertarik untuk menciptakan aplikasi bagi iPhone dan iPad, sementara hanya delapan dari sepuluh yang tertarik pada ponsel Android, dan dua pertiga pada tablet Android.

Berikut ini adalah 6 alasan kenapa blackberry mulai ditinggalkan oleh developer dan para pebisnis seperti yang dikutip dari detikInet:

1. RIM tidak lagi bisa dikatakan aman
RIM mengklaim dengan jaringan yang telah dienkripsi, para pengguna BlackBerry bakal aman dari tangan jahil. Tapi itu dulu, kini platform iOS dan lainnya juga menawarkan segi keamanan yang tak kalah.

2. Kepercayaan terhadap RIM yang mulai diragukan
Lumpuhnya layanan BlackBerry Internet Service (BIS) beberapa waktu lalu membuat banyak pengguna kecewa. Padahal para pemakai BlackBerry mengharapkan layanan email yang siap dipakai 24 jam nonstop.

3. Harga yang dianggap terlalu mahal
Soal harga, ponsel BlackBerry memang bukan yang paling terjangkau. Celah ini yang dimanfaatkan para produsen ponsel Android. Dengan harga sama calon pengguna diiming-imingi fitur lebih.

4. Segmen consumer berperan
Cukup lama RIM memfokuskan pengembangan BlackBerry untuk kalangan enterprise, sehingga dinilai telah mengabaikan consumer. iPhone dan Android adalah bukti bahwa gadget yang dibuat untuk orang rumahan pun bisa masuk di kalangan enterprise.

5. Produktivitas adalah segalanya
Memang, BlackBerry dirancang untuk menunjang produktivitas penggunanya. Namun seiring akrabnya pengguna dengan iPhone dan Android soal produktivitas pun tak lagi hal eksklusif pada ponsel besutan RIM tersebut.

6. Komitmen RIM Diragukan
Ada kalanya ketika RIM dianggap sangat peduli dengan kalangan enterprise. Namun ketika pasar consumer ramai, vendor asal Kanada ini mulai berpaling. Memang kondisi ini membuat RIM serba salah. Namun pengambil keputusan di bidang TI melihat ini sebagai isu penting. Dimana para CIO ingin kebutuhan perusahaan tak mau dinomorduakan dengan segmen pasar.

loading...